Keyibe: tulisan
News Update
Loading...
Showing posts with label tulisan. Show all posts
Showing posts with label tulisan. Show all posts

Sunday, January 31, 2021

Just Me, Myself And I - Catatan Untuk Perempuan

Just Me, Myself And I - Catatan Untuk Perempuan

Just Me, Myself And I - Catatan Untuk Perempuan

Just Me, Myself And I - Catatan Untuk Perempuan

Salam Pengetahuan Bagi Kita Semua!

Untuk perempuan-perempuan yang baca ini, sejak kapan kamu sadar kalau kita ini istimewa? Sejak kapan kamu tau kalau kita itu berharga? Sejak kapan kamu mulai menerima dan berkata "it'z me n em proud of maself, yeah!" Sudah lama? Bagus! Belum pernah? Mulai dan biasakanlah!

"Kita adalah apa yang kita lakukan secara berulang-ulang. Keunggulan bukanlah perbuatan sekali jadi, melainkan sebuah kebiasaan" - Aristoteles.

Mau berubah jadi baik? Mulai. Mau menjadi lebih baik? Biasakan. Aku pernah baca sebuah penelitian [sayangnya aku lupa baca dimana, hadeuh Yola makin hari makin pikun aja]. Katanya, butuh 24 kali pengulangan secara rutin agar hal yang kita lakukan bisa menjadi kebiasaan. Tolong luruskan.

Jadi, kalau kita mau rajin membaca, ulangi dan rutinkan 24 kali biar jadi kebiasaan. Begitu juga untuk olahraga, ngerjain tugas rumah, bersih-bersih, dandan bahkan beribadah. Awalnya emang berat, tapi seiring berjalannya waktu, udah enjoy karena udah biasa. Aku udah coba dan work. Mulai ya, momz!

Oke, itu cuma pengantar aja. Sekarang masuk ke pembahasan inti. Santuy, nggak berat kok. Bilangin ke Dilan, "yang berat itu istiqomah (konsisten), bukan rindu."

Momz, yuk, aku mau ajak kamu berpegang pada prinsip ini. Baca dalem hati nggak perlu teriak, tapi yakinkan hati. POV : orang pertama (aku, baca ini sebagai kamu).

 "Aku? Harus beda! Aku? Harus luar biasa! Aku? Harus membanggakan! Dan yang terpenting, aku harus bermanfaat bagi orang lain. Ali bin Abi Thalib pernah berpesan, -sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain-." Pegang kuat, jangan dilepas, jika tak punya prinsip hidup, mulai sekarang jadikan itu prinsip hidup.

Baca Juga : Ternyata Cowo! Inilah Karakter Trap Di Anime Yang Bikin Bingung

Jika di zaman sekarang empati mulai terkikis sebab banyak yang mulai tak peduli sesama, aku tidak boleh demikian. Jika perempuan-perempuan lain berlomba-lomba mengujar kebencian, aku tidak tertarik. Di era ini mungkin banyak yang lebih memilih memperbaiki penampilan daripada akhlak, aku jangan begitu. Hypocrite? Ya, munafik, kea judul film horor Malaysia. Seru filmnya, btw. Ya, munafik sekali statemen terakhirnya, woi! Lah, yah gimana yak. Kita pait-pait aja yah, katanya cantik itu relatif tapi (maaf) jelek itu mutlak. Lantas, jika sudah nggak goodlooking mau dipaksa gimana? Noh, makanya mending perbaiki akhlak. Seenggaknya, udah nggak goodlooking jangan miskin akhlak pula. Kasar ya, momz? Monmaap😭

Momz, baca ini sebagai kamu, tanamkan dalam diri.

Aku, ya aku. Aku di mata orang lain mungkin biasa aja, tapi bagiku, aku perempuan istimewa. Aku kuat, hebat, unik, menarik dan kharismatik. Mungkin terdapat banyak kata-kata terlalu hiperbola yang ku gunakan untuk menggambarkan aku, gapapa, kata itu adalah doa dan harapan. Inget selalu bahwa, "kamu adalah apa yang kamu pikirkan tentang dirimu." Kamu berpikir kamu pemalas? Ya, kamu pemalas. Kamu berpikir kamu kurang menarik? Ya, bakal kurang. Kamu berfikir kamu sadgirl? Terus aja begitu. Mindset itu kuat, hati-hati.

Puji aja dirimu, jangan ragu. Nggak ada seorangpun yang tulus memuji kamu selain kamu dan keluargamu. Bahkan keluarga aja sering bohong pujian, ngomong kalo karyamu udah bagus supaya kamu tetap produktif. Bohong baik itu kadang gapapa. Mana ada bohong yang baik? Ya, itu contoh bohong baik. So, teruslah berpikir positif dan bermurah hati pada dirimu, karena itu juga yang akan mengantar kamu ke hal yang baik.

Momz, di dunia ini nggak ada manusia yang bener-bener putih atau bener-bener hitam, kita semua abu-abu. Kita bisa baik pada suatu waktu, dan buruk di lain waktu. Itu hukum alam. Tapi ayo, pegang juga yang satu ini, di dalam hidupku, aku selalu berusaha baik pada siapapun. Termasuk pada yang bermuka dua dan bertingkah bi-adap. Aku selalu berusaha membantu semampuku walau aku tau semua tak bisa berbalas sama. But, gpp. Gpp. Gpp.

Aku perempuan, katanya lemah. Identik dengan sifat cengeng, nggak bisa diharapkan, selalu bergantung pada orang lain, manja, bahkan sampai nanti aku diserahkan pada suamiku-aku akan tetap menyusahkan ayah, ibu, suami, ditambah mertua. Padahal tidak selalu demikian, kalau boleh menyingkap sedikit tabir "kami" perempuan punya alasan kuat mematahkan asumsi itu. Aku mandiri, aku nangis sebab hatiku tersentuh, aku minta bantuan karena memang nggak bisa ku lakukan. Aku mungkin akan terus mengandalkan orang tua, tapi aku sedang belajar jadi dewasa. Percayalah!

Baca Juga : Rental Pacar Benaran Ada Atau Hanya Fiksi Belaka?

Aku diuji Tuhan dengan banyak masalah? Gapapa. Diuji sendirian yang lain nggak? Silakan. Dan ujiannya sangat berat? Biar, sebab kalo bukan aku, siapa yang sanggup memikul ujian itu? Ujian yang Tuhan kasih mau seberat dan sebesar gajah sekalipun, aku yakin bisa ku lewati selama aku bersama Tuhan, lalu apa lagi yang harus ku takuti jika sudah bersama zat yang paling kuat?

Ujian aka masalah itu memang pahit, y gpp. Obat juga pahit, tapi banyak sembuh karenanya. Aku bersyukur diuji, dengan ujian yang ia titipkan artinya ia masih peduli dan ingin aku lebih dekat dengannya. Barangkali sebelumnya aku mulai mengabaikan dia. Naudzubillah. Untung diuji Tuhan, berarti Tuhan masih sayang dan yakin aku sanggup sampai di garis akhir.

Setiap kita pasti akan diuji, nggak pilih gender, umur, atau si miskin dan si kaya, semua! Semua akan di uji, dikasih masalah. Di fase ini mungkin akan ada air mata, luka dan darah. Ada kecewa, emosi dan depresi. Gapapa, nggak selamanya hidup itu mulus. Tol sekalipun yang katanya bebas hambatan justru sering macet.

Aku (kita perempuan) harus cerdas dan berwawasan luas, aku mungkin keras namun tegas. Aku cantik, baik nan terdidik. Aku gigih, penyayang, ramah dan pantang menyerah. Itu semua tidak terlahir cuma-cuma, perlu latihan, kesungguhan dan kerja keras. Pasalnya, untuk menjadi orang hebat perlu tangis, dihina, disakiti, dikhianati, butuh jam terbang yang teruji.

Oke, kamu punya insecurity. Kamu selalu merasa kurang di beberapa bahkan segala hal. Merasa selalu kalah saing dari yang lainnya. Gapapa. Jadikan insecurity itu sebagai patokan untuk berubah lebih baik. Usahakan untuk meminimalisir insecurity itu. Kalo punya insecurity, tapi nggak ada usaha memperbaiki diri, it's same like bull-sh-it.

Percayalah kamu, perempuan-perempuan yang lagi baca tulisan aku ini, kita ini UNIK. Nggak ada seorangpun di muka bumi ini yang terlahir sama meski kembar identik. Buktinya aja anak kembar sekalipun, mereka punya sidik jari yang beda satu sama lain. Jadi, mulailah terima dirimu, cintai dirimu, sayangi, rawat. Fokus aja sama kelebihan dan dirimu. Orang nggak akan nemuin kepribdian yang seperti kamu di diri orang lain, mulai sadari itu. Just me, myself and i.

Come on gurls, remove negativity from your thoughts and you'll be able to do everything that you want.

Setelah baca ini, apa kelebihanmu, momz?

Panjang Umur Perjuangan, Panjang Umur Ruang Pengetahuan!

CC: Yolanda Anjelita

Ruang Pengetahuan

Sunday, January 3, 2021

Maknanya Penyimpan Hati

Maknanya Penyimpan Hati

Maknanya Penyimpan Hati

Maknanya Penyimpan Hati

Tidak pernah terbayangkan olehku bahwa ada seseorang yang hadir tanpa kuminta dia bakal hadir setiap hari didalam hidupku. Tidak pernah terpikirkan bahwa aku bakal bisa bersamanya, yang awalnya dia ku anggap orang biasa didalam dikehidupanku namun sudah menjadi orang yang istimewa disetiap harinya.

Seseorang yang paham akan kekuranganku, emosi dan seseorang yang sabar jika menghadapi aku. Berawal dari kata “Aku boleh ya duduk disampingmu” sampai kata “Aku boleh ya bersandar dibahumu”. Lagi dan lagi aku tidak pernah terpikirkan bahwa hal itu bakalan pernah terjadi didalam kehidupanku.

Baca juga : Diri Ini Sudah Tidak Lagi Remaja

Meskipun dulu kita itu tidak pernah mengobrol sama sekali, kalau ketemu cuman sibuk dengan kegiatannya masing-masing dan sampai – sampai aku tidak pernah memperhatikanmu salah sekali.

Berbeda dengan hari sebelumnya, ntah kenapa mata ini melihat kearahmu seperti ada yang menarik darimu namun gak tahu apa yang menarik. Kita sering berjumpa dilokasi yang sama namun tanpa berbincang sama sekali dan pada suatu hari, kamu tidak datang dan anehnya pikiranku berkata “Hari ini dia kenapa tidak datang ya? Atau dia sedang sakit?”. Pastinya sungguh jarang sekali aku menanyakan hal seperti itu dengan diriku sendiri.

Aku tahu kalau itu sedang bahagia namun bahagia karena bisa melihat dia hari itu, berharap kamu datang menghampiriku lalu kita mengobrol layaknya orang normal pada umumnya.

Untuk saat ini aku sibuk dengan rutinitasku ketika sudah lelah, gak jarang mengingatmu seperti ada suara lembut yang membisikan telingku “Kamu harus semangat ya!”.

Aku tahu pada hari itu, aku sedang jatuh cinta.

Hal yang membuatku malu dan berdebar-debar, Hal yang membuatku mencibir dan berpaling, Hal yang membuatku mengatakan cinta di hari itu, Tanpa disengaja semuanya memenuhi takdirku.

Baca juga: 10 Anime Terpopuler Ditahun 2020

Kita dipertemukan dengan mata yang saling menatap, kamu berikan senyum terbaikku untukmu begitu juga dengan diriku. Kita berbincang dengan penuh rasa, seolah-olah sedang merangkai cerita.

Akan kuhadapi apa pun yang terjadi, Kadang harus bersikap berani, kan? Dengan banyak hal yang pertama kali. Hari ini pun bagaikan cinta pertama.

Meskipun berat, kita arungi perjalanan ini sambil berharap hari-hari ini akan menjadi cerita yang indah. Terserah apa katamu tentangku, terserah sebutanmu untukku.

Kita berdua berpegangan tangan, Berkali-kali di dalam hari saat kita berjalan, Aku mencintaimu dan kau mencintaiku, Kenangan itu akan terus bertambah, Dengan tingkah lakumu yang lucu itu wajahku memerah dan aku melihat ke atas bulan dan langit berbintang bersinar dengan lembut.

Jalan yang sama kemana kita akan berjalan, tempat yang berbeda untuk singgah dan bercerita.

Setiap kali aku memeluk dirimu kebahagiaan sederhana pun terus bertambah, menghitung jumlah musim yang telah berlalu kita saling berbagi atas segalanya bahkan di dalam hidup yang terbatas.

Kita berdua berpegangan tangan mulai sekarang di hari yang kita percaya kalau aku mencintaimu dan kamu mencintaiku.

Makasih untuk rasa yang pernah ada sebelumnya dan sesudahnya  saat mencintaimu dalam amibisi memiliki, mencintaimu dalam diam itu adalah ketulusan.

Untuk Key Dari Ib.

Kamis, 18 Juli 2019
Kamis, 31 Oktober 2019
Senin, 04 November 2019
Sabtu, 9 November 2019
Minggu, 10 November 2019
Kamis, 14 November 2019
Jumat, 15 November 2019
Sabtu, 19 Oktober 2019
Rabu, 18 Desember 2019
Senin, 17 Februari 2020
Senin, 02 Maret 2020
Minggu, 08 Maret 2020
Kamis, 22 Oktober 2020
Sabtu, 03 Januari 2021

Friday, January 1, 2021

Diri Ini Sudah Tidak Lagi Remaja

Diri Ini Sudah Tidak Lagi Remaja

Diri Ini Sudah Tidak Lagi Remaja

Diri Ini Sudah Tidak Lagi Remaja

Semakin dewasa seserang  seharusnya semakin sadar pula kalau tiap orang punya masing-masing tujuan.  Jika sama berarti kebetulan namun jika beda tidak perlu untuk dipermasalahkan.

Ada orang bilang kalau dewasa itu adalah tentang berdamai dengan omongan orang lain. Kenapa? Ternyata semakin dewasa itu kita akan selalu mendengarkan komentar-komentar orang  lain mengenai diri kita. Jika komentar positif gak apa-apa namun jika komentar negative tidak perlu dipermasalahkan.

Baca Juga : 10 Anime Terpopuler Ditahun 2020

Semakin dewasa ternyata aku juga terlalu memikirkan penampilanku namun ngerasa kurang pantes pakai baju ini atau memang muka ku yang kurang support.

“Wah kamu jerawatan, wah rambutnya ga belah tengah gak gaul” terkadang juga komentar seperti ini selalu saja aku dengar. Kadang minder sama diri sendiri, namun jika terlalu dipikirin cuman buat nyakiti diri sendiri doang 😊 .

Berbeda dengan orang lain, aku merasa dewasa itu seharusnya makin sadar atau bahkan sadar kalau aku itu ngerasa tidak punya waktu lagi untuk ngomongi orang lain. Ya gak tahu itu buruk atau tidak namun itulah aku.

Kadang yang bikin kita itu tidak bahagia itu karena terlalu memikirin omongan orang lain akan kekurangan diri sendiri. Sampai kita lupa akan pencapaian atau perjuangan yang kita lalui dimasalalu, padahal lebih baik kita itu memikirin kelebihan kita masing-masing lalu mengembangkannya daripada memikirkan omongan orang lain.

Dewasa itu bukan berbicara tentang usia. Dewasa itu gimana caranya kita mengambil sikap dalam mengambil keputusan di kondisi dan situasi apapun atau dapat memilih mana yang baik atau mana yang buruk.

Aku percaya, mau sesempurna apapun diri ini menurutku pasti ada saja kekurangannya dimata orang lain. Jadi aku hanya perlu memahami dan perlu nyaman dengan kekuranganku daripada pada emosi karena hal itu, lebih baik perbaiki saja kekuranganku akan jauh lebih bermanfaat untukku.

Kadang pula terlalu baik kepada orang juga bisa nyakitin diri sendiri. Aku sudah berbuat baik agar semua orang didekatku itu senang namun malah mereka mensalah artikan kebaikanku. Disaat mereka butuh aku, aku selalu ada namun tidak sebaliknya.

Baca Juga : Menilai Fisik Orang Lain Tidak Membuatmu Menjadi Hebat

Aku merasa lebih enak ngabisin waktu untuk sendiri, sampai-sampai orang yang gak terlalu kenal jadi segan untuk menyapa aku. Bukannya sombong atau gimana namun tapi aku belum terlalu biasa dengan beradaptasi dengan lingkungan baru dan harus lebih banyak belajar bagaimana caranya untuk bersosialisasi dengan orang lain.

Aku gak pernah marah bukan berarti aku gak pernah sakit hati. Pernah sakit hati namun aku lebih baik diam saja. Lagi lagi aku sadari bahwa dewasa itu bukan hanya tumbuh besar ya melainkan bagaimana caranya kita menghargai perasaan orang lain.

Gapapa kok, aku nyaman dengan diriku saat ini dan aku sudah mulai terbiasanya dengan situasi dan kondisiku pada saat ini, mencoba belajar lebih tegas dengan diriku sendiri karena zaman sekarang banyak yang gak percaya dengan diri sendiri akibat terlalu memikirin omongan orang lain.

Tuesday, December 29, 2020

Menilai Fisik Orang Lain Tidak Membuatmu Menjadi Hebat

Menilai Fisik Orang Lain Tidak Membuatmu Menjadi Hebat

Menilai Fisik Orang Lain Tidak Membuatmu Menjadi Hebat

Menilai Fisik Orang Lain Tidak Membuatmu Menjadi Hebat

Kata-kata yang mereka tetap terlintas dikepalaku walaupun itu sudah terjadi 7 hari yang lalu namun kenapa aku tetap mengingat perkataan mereka bahwa wajah ku penuh jerawat, aku culun dll.

Diatas adalah sedikit curhatan temanku mengenai perkataan seseorang yang mengarah ke fisiknya. Kata orang lain itu seketika membuat dirinya insecure.

Saya bingung dengan pola dan cara pemikiran mereka itu gimana sampai bisa bisanya mengatakan kejelekan atau kekurangan orang lain tanpa terhambat sedikit pun dalam pengucapan nya dan tanpa rasa bersalah setelah mengucapkan nya.

Baca Juga : Seni Bersikap Bodo Amat Ala Oreki Hotarou

Rasa percaya diri itu dibangun oleh diri sendiri, dia sudah capek membangun rasa percaya diri nya sendiri namun seketika hancur dengan kalimat yang mereka lontarkan kepadanya. Lucu? Uda hebat?.

Apa untungnya sih? Kalian pasti senang gitu iya? Kalau sudah mengatakan kekurangan seseorang keorang banyak dan kalian merasa bahwa kalian paling sempurna gitu?

Dia (korban) sudah berusaha untuk bodo amat akan perkataan mereka namun setiap yang mengomentari kekurangan dia dan dia bakal langsung kepikiran lalu hancurlah rasa percaya diri nya.

Memang rasa percaya diri itu bisa dihancurkan oleh orang lain dan diri kita sendiri, Dia (korban) terlihat biasa-biasa saja seolah olah tidak terjadi apa-apa kepadanya karena apa? Karena mereka pandai menyembunyikan apa yang sedang mereka rasakan namun nyatanya gak ada orang yang benar-benar bodoh amat.

Gak perlu kamu repot-repot mengingat akan fisik dia yang kurang sempurna dia matamu tanpa kamu mengingatkannya pun, dia sudah jauh lebih mengerti dan tahu daripada mu.

Baca Juga : Beberapa Kata-Kata Squidward Yang Mengarah Ke Kehidupan Ini

Buat kamu selalu insecure karena perkataan orang, sekuat apapun kamu menutup telinga,  sesering apapun kamu berdamai dengan diri sendiri. Omongan jahat itu bisa saja membuat mu down dan terus akan  kepikiran.

Percaya deh, kamu sudah hebat karena sudah berusaha untuk mencintai dirimu sendiri yang orang lain saja belum tentu bisa melakukannya.

Buat kamu yang sering menilai fisik seseorang...jadi, tolong jangan kamu patahkan atau hancurkan rasa percaya diri dia sebab melakukan hal itu tidak akan membuatmu hebat.

Sunday, December 27, 2020

Seni Bersikap Bodo Amat Ala Oreki Hotarou

Seni Bersikap Bodo Amat Ala Oreki Hotarou

Seni Bersikap Bodo Amat Ala Oreki Hotarou


Seni Bersikap Bodo Amat Ala Oreki Hotarou

Oreki Hotarou, adalah protagonist dari novel karya Yonezawa Honobu-sensei yang dinamai Kotenbu Series (〈古典部〉シリーズ , "Koten-bu" shirīzu) oleh para pembacanya dan telah memenangi banyak penghargaan bergengsi di Jepang. Novel ini sendiri telah mendapat adaptasi ke media lain seperti Manga, Live action, dan Anime, dengan judul buku pertamanya yaitu “Hyouka”. Moto paling fenomenal dari Oreki Hotarou adalah, “Jangan lakukan jika tidak ingin melakukannya. Jika memang harus, lakukanlah secepat mungkin.” 

Sedangkan kalimat “Seni bersikap bodo amat” saya ambil dari judul buku karya Mark Manson dengan judul bahasa Inggris “The subtle art of not giving a fxxck”. 

Lalu, apa hubungan kedua hal itu? Di sini saya ingin membahas tentang sikap, sifat, dan pemikiran dari karakter Oreki Hotarou yang sangat mendefinisikan buku milik Mark Manson tadi.

Dalam bukunya, Mark Manson menyebutkan untuk bersikap masa bodo terhadap sejumlah hal, dan bertanggung jawab kepada hal lainnya. Memilih prioritas.

Seni #1: Masa bodoh bukan berarti menjadi acuh tak acuh; masa bodoh berarti nyaman saat menjadi berbeda

Pertanyaan, kemudian, adalah, Apa yang kita pedulikan? Hal apa yang kita pilih? Dan bagaimana agar kita masa bodoh terhadap hal yang memang tidak ada maknanya? Tanya Mark Dalam bukunya.

Oreki menentukan apa yang penting baginya, dan bagi orang lain. Lalu menentukan apa yang tak penting baginya, dan juga bagi orang lain. Dia bukanya pemalas, bukannya bersikap bodo amat kepada segala hal, tapi dia menentukan prioritasnya.

Dalam Hyouka #1, Oreki dimintai tolong oleh Chitanda Eru—salah satu main character dalam series ini—untuk mengungkap misteri klub sastra 45 tahun lalu. Awalnya Oreki menolak, karena baginya, itu hanyalah keinginan egois dari Chitanda Eru yang penasaran akan misteri 45 tahun lalu. Akan tetapi, setelah mengetahui kalau keinginan Chitanda itu merupakan hal yang sangat penting bagi Chitanda, ia mengubah pemikirannya. 

Oreki bersedia membantu Chitanda. Karena, dia tahu, permintaan itu bukanlah keegoisan dari Chitanda yang ingin memanfaatkan dirinya. Itu adalah keinginan terdalam Chitanda, yang berarti prioritas Chitanda. Bahkan dijelaskan, kalau Chitanda Eru mengalami konflik batin hanya untuk meminta pertolongan Oreki. 

Adalah jahat jika Oreki menolak permintaan itu hanya karena rasa malasnya, hanya karena sifat acuh tak acuhnya. Maka dari itu, pada akhirnya Oreki menerima permintaan itu.

Ah, maaf terbelit dan terkesan tidak nyambung. Yang ingin saya sampaikan disini adalah cara Memilih prioritas kepedulian kita.

Bukan bersikap bodo amat terhadap segala hal, namun memilah apa yang penting dan tidak penting.

Di sini saya akan mengambil contoh: saya memiliki uang Rp.52.000,00 untuk saya membeli kuota internet. Namun ketika dalam perjalanan ke konter, sandal saya putus. Saya bimbang. Apakah saya harus membeli kuota, atau membeli sandal terlebih dahulu.

Di sinilah saya diuji memilih prioritas saya. Saya harus membeli kuota dahulu, atau sanda dahulu.

Saya memikirkannya dalam-dalam. Jika saya membeli kuota terlebih dahulu, itu berarti saya harus nyeker(tidak mengenakan alas kaki untuk sementara). Jika saya membeli sanda terlebih dahulu, saya harus menunda membeli kuota saya.

Apa akibat dari saya membeli kuota dahulu?

Jawabannya: saya harus nyeker selama perjalanan ke konter sampai pulang. Setelah pulang, saya mungkin saja bisa membetulkan ulang sandal saya yang putus tadi. Jadi akibatnya hanya sementara, yaitu saya harus menahan malu dan panas kaki ketika perjalanan pulang.

Lalu, apa akibatnya jika saya membeli sandal terlebih dahulu, dan menunda membeli kuota internet?

Jawabannya: Saya tidak bisa bekerja. Saya adalah karyawan suatu studio kecil yang saat ini sedang bekerja di rumah (work from home). Jika saya tidak membeli kuota internet, saya tidak bisa bekerja. Jika saya tidak bisa bekerja, bisa-bisa saya dipecat oleh bos. Benar-benar akibat yang fatal.

Jadi, kalian sudah tahu, kan, pilihan mana yang saya pilih? Saya tetap membeli kuota internet, dan menahan malu karena harus nyeker ketika perjalanan pulang. 

Malu itu sementara. Tidak perlu saya pikirkan terlalu dalam. Biar lah. Prioritas saya bukan ke sana. Saya harus memprioritaskan pekerjaan saya dari pada rasa malu saya yang sementara ini, pikir saya.

***

Kembali lagi ke Oreki Hotarou. Sama seperti Oreki, saya memprioritaskan apa yang penting bagi saya. Apa yang berdampak besar bagi kehidupan saya.

Mungkin, jika Oreki menolak permintaan Chitanda waktu itu, mereka tidak akan berteman baik lagi. Chitanda akan menganggap Oreki orang yang bebal dan egois yang mementingkan rasa malasnya. Sedangkan Oreki tetap menganggap Chitanda tetap gadis yang mementingkan ego rasa penasarannya.
 
Antologi klub sastra berjudul Hyouka tidak akan dibuat. Chitanda akan terus hidup dalam bayang-bayang rasa penasarannya tentang misteri klub sastra 45 tahun lalu. Dan banyak akibat lainnya.

Sama seperti saya pada contoh di atas, jika saya mementingkan rasa malu saya, mungkin saja saya nantinya tidak akan makan selama 1 bulan. Lol.

Note* tadi hanya contoh, bukan kejadian asli, background saya juga bukan karyawan studio, kok, hanya pelajar.

-----------

Jadi, apa kalian mengerti apa yang ingin saya sampaikan? Tidak? Jika tidak, saya ingin meminta maaf karena memberi penjelasan yang berbelit. Di sini saya hanya ingin mengingatkan lagi kepada kita semua untuk memikirkan lagi prioritas kita. 

Saat ini sendiri, banyak sekali orang-orang yang salah memilih prioritasnya. Anak SD, SMP, SMA/SMK sekarang lebih mementingkan tier dalam game mereka, dan melalaikan kewajiban mereka sebagai pelajar. Saya memaklumi jika mereka memang serius dalam hal itu. Mereka mengikuti turnamen dan memenangkan penghargaan, dll. Tapi, apa? Lihat saja. Ketika mereka ditanya tentang masa depan dan cita-cita, mereka akan menjawab, “Pengen jadi karyawan kantor!” atau, “Pengen jadi guru/sejenisnya!” atau yang paling sederhana, “Pengen masuk kuliah dulu aja....”

Serius, bro? Pikirku. Lu ingin masuk kuliah, jadi karyawan, guru, dll, hanya modal main game, yang belum tentu lu jago dalam game itu? Hadeh. Mereka bersikap bodo amat pada pelajaran yang sebenarnya penting untuk masa depan mereka. 

Ya, jadi intinya. Saya hanya ingin mengajak kita semua untuk sekali lagi memikirkan prioritas kita. Lihatlah dampak dari suatu hal dalam jangka panjang. Lihatlah dampak mana yang tidak terlalu buruk dan mana yang jauh lebih buruk.

Kemudian, putuskan prioritasmu!

Seperti Oreki Hotarou dan seperti Mark Manson
Bersikap bodo amat, malas, hemat tenaga, itu ada seninya. Ingatlah itu.

Sekian, Terima Kasih!

Source:

1) Hyouka Books #1

2) Hyouka Anime

3) The Subtle Art Of Not Giving A Fxxck

CC : Feryadi

Saturday, December 26, 2020

Sakit Ya Dikatain Seperti Itu

Sakit Ya Dikatain Seperti Itu

Sakit Ya Dikatain Seperti Itu


Sakit Ya Dikatain Seperti Itu

Kamu melihat aku diam seperti tidak punya ekspresi bahkan emosi, mau dikatain seperti itu atau mau dikatain seperti ini kamu hanya melihatku diam tidak mengeluarkan emosi sama sekali namun sebenarnya beda cerita dengan apa yang kutunjukan kepadamu.

Kita ketahui bahwa setiap orang itu berbeda-beda perasaannya, ada yang gampang ketrigged  dan ada juga yang gak gampang ketrigged nah ketika kamu berbicara kepada lawan bicaramu seharusnya kita ketahui terlebih dahulu dia gampang ketrigged atau nggak, kalau saya sih orangnya gampang tersinggung namun bawa diam saja.

Baca Juga : Kita Akan Berpisah Sesuai Proses Kehidupan

Kadang ketika ada omongan orang terdekat atau orang kesayangan yang menyakiti perasaanku namun aku memilih diam saja daripada membalasnya. Misalnya aku atau kamu dikatain sama pacar  seperti ini “Aku uda tidak sayang lagi kepadamu” walaupun itu kesanya bercanda namun ntah mengapa mulai dari situ hati tidak tenang seakan itu akan benaran terjadi.

Terkadang juga aku memendam atau memaklumi dengan sikap dia seperti itu dan mencoba untuk berpositif think bahwa itu sebenarnya candaan atau dalam hati aku berkata “maklumlah dia kan orangnya suka bercanda” namun setelah dipikirkan lagi nyatanya dewasa itu bukan masalah umur juga ya tetapi tentang bagaimana cara kita menghargai perasaan orang lain atau perasaan sendiri.

 “Woi kok lu ngomongnya gitu sih, cari masalah sama gua?” itu adalah kata kata yang aku keluarkan namun versi universe yang berbeda. Menurutku pribadi tidak ada gunakan membalas perkataan seperti itu lebih baik diam karena aku memikirkan dampak jika aku mengkatakan itu kepadanya ya kemungkinan kami akan jadi berantem.

Sekarang coba hilangkan kata kata yang mengarah fisik seseorang mungkin dia akan ikut tertawa namun kita tidak tahu apa isi hatinya yang asli, emang kamu berpikir tentang bagaimana dan sehancur apa hatinya ketika kamu berkata seperti itu? Ayolah dah dewasa kok, masa pakai mengatain fisik orang.

Baca Juga : Karakter Anime Perempuan Yang Berusia Lebih Dari 100 Tahun

satu ya mengatain fisik seseorang itu tidak membuatmu menjadi hebat kok.

Kepikiran ketika aku pernah melakukan hal itu dan sekarang aku merasa diri ini jelek bahkan selalu minder dan gak kepedean kepada orang lain. 

Sadar gak? Kalau yang bunuh rasa percaya diri itu terkadang bisa dari orang yang terdekat atau orang yang kesayanganmu bukan hanya itu dirimu sendiri saja juga bisa membunuh rasa percaya dirimu.

Ayo mari kurangi yang seperti itu cobalah mengerti dengan lawan bicaramu jangan hanya diri sendiri saja yang ingin dimengerti.

Walaupun bercanda yang namanya sakit hati dengan candaan itu siapa yang tahu? Yang tahu cuman lawan bicaramu dan tuhan.

Wednesday, December 23, 2020

Kita Akan Berpisah Sesuai Proses Kehidupan

Kita Akan Berpisah Sesuai Proses Kehidupan

Kita Akan Berpisah Sesuai Proses Kehidupan


Kita Akan Berpisah Sesuai Proses Kehidupan

Hari ini aku sudah menulis 4 artikel yang akan ku publikasikan kedalam blogku, namun ada hal yang terlintas didalam benakku mengenai perpisahan namun bukan kehilangan, tidak berjumpa namun masih berteman, mencari kehidupan masing-masing sesuai arah tujuan hati ingin melangkah.

Tadi sore, mamaku bilang kalau aku dibolehin kuliah diluar daerah namun banyak sekali pantangan tapi tidak masalah bagiku yang ingin melanjutkan pendidikan ke S1. Kuliahnya cukup mahal bagiku namun Insya Allah bisa terbayar dan aku tidak akan menyia-yia kan kesempatan ini.

Baca Juga : Aku Dibikin Down Karena Diriku Sendiri

Sekarang mari kita ingat mengenai hal-hal yang selama ini kamu jalani bersama teman-temanmu, banyak sekali kenangan atau kejadian yang lucu atau berkesan kepadamu sampai-sampai kamu atau aku tidak ingin berpisah dengan mereka.

Namun yang namanya proses kehidupan, pastinya akan ada masanya kamu akan  berpisah dan memilih jalan masing-masing. Iya kamu atau aku itu masih berteman dan bisa saling menghubungi tapi tidak seseru dulu ketika kita masih berjumpa denganmu teman.

Aku atau kamu(para pembaca) mungkin bakalan pergi jauh dengan tujuan yang berbeda-beda, mungkin ada yang melanjutkan kuliah, kerja ditempat yang jauh atau menikah dengan orang yang kamu cintai.

Kalau diingat-ingat kita itu kalau mau kemana-mana pasti jawabnya “bebas, terserah saja yang penting senang atau up to you” mulu dan ada juga kalau ditanyain kalau kemana-mana gitu jawabnya “ntar ntar ntar “ dan setelah gak jelas ntarnya kapan.

Tapi ya aku masih bisa bersyukur bisa punya teman seperti mereka, tapi ya semakin kita dewasa sepertinya makin banyak juga yang harus diprioritaskan ya seperti kisah cinta kalian, pekerjaan atau hal yang lainnya.

Akan masanya ketika kita ingin bertemu akan semakin susah bertemu kalau diajakin padahal kalau dulu sih mudah sekali diajakin tinggal chat melalui via whatsapp langsung berangkat ketempat tujuan.

Baca Juga : Janji Manismu Adalah Patah Hati Terhebatku

Meskipun nantinya jauh, kita belum tentu kehilangan mereka tapi nanti nyatanya semakin jauh semakin terasingkan dan kamu harus mencari teman yang baru tapi kalau ada yang baru jangan lupa yang lama ini.

Kita tidak bisa mengelak dengan keadaan atau situasi seperti itu karenakan tidak mungkin aku akan mengikuti mereka dan pastinya aku bakalan pilih jalanku sendiri lalu pergi jauh dari zona nyamanku. 

Kita bukan kehilangan namun begitulah proses kehidupan.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done