Just Me, Myself And I - Catatan Untuk Perempuan - Keyibe
News Update
Loading...

Sunday, January 31, 2021

Just Me, Myself And I - Catatan Untuk Perempuan

Just Me, Myself And I - Catatan Untuk Perempuan

Just Me, Myself And I - Catatan Untuk Perempuan

Salam Pengetahuan Bagi Kita Semua!

Untuk perempuan-perempuan yang baca ini, sejak kapan kamu sadar kalau kita ini istimewa? Sejak kapan kamu tau kalau kita itu berharga? Sejak kapan kamu mulai menerima dan berkata "it'z me n em proud of maself, yeah!" Sudah lama? Bagus! Belum pernah? Mulai dan biasakanlah!

"Kita adalah apa yang kita lakukan secara berulang-ulang. Keunggulan bukanlah perbuatan sekali jadi, melainkan sebuah kebiasaan" - Aristoteles.

Mau berubah jadi baik? Mulai. Mau menjadi lebih baik? Biasakan. Aku pernah baca sebuah penelitian [sayangnya aku lupa baca dimana, hadeuh Yola makin hari makin pikun aja]. Katanya, butuh 24 kali pengulangan secara rutin agar hal yang kita lakukan bisa menjadi kebiasaan. Tolong luruskan.

Jadi, kalau kita mau rajin membaca, ulangi dan rutinkan 24 kali biar jadi kebiasaan. Begitu juga untuk olahraga, ngerjain tugas rumah, bersih-bersih, dandan bahkan beribadah. Awalnya emang berat, tapi seiring berjalannya waktu, udah enjoy karena udah biasa. Aku udah coba dan work. Mulai ya, momz!

Oke, itu cuma pengantar aja. Sekarang masuk ke pembahasan inti. Santuy, nggak berat kok. Bilangin ke Dilan, "yang berat itu istiqomah (konsisten), bukan rindu."

Momz, yuk, aku mau ajak kamu berpegang pada prinsip ini. Baca dalem hati nggak perlu teriak, tapi yakinkan hati. POV : orang pertama (aku, baca ini sebagai kamu).

 "Aku? Harus beda! Aku? Harus luar biasa! Aku? Harus membanggakan! Dan yang terpenting, aku harus bermanfaat bagi orang lain. Ali bin Abi Thalib pernah berpesan, -sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain-." Pegang kuat, jangan dilepas, jika tak punya prinsip hidup, mulai sekarang jadikan itu prinsip hidup.

Baca Juga : Ternyata Cowo! Inilah Karakter Trap Di Anime Yang Bikin Bingung

Jika di zaman sekarang empati mulai terkikis sebab banyak yang mulai tak peduli sesama, aku tidak boleh demikian. Jika perempuan-perempuan lain berlomba-lomba mengujar kebencian, aku tidak tertarik. Di era ini mungkin banyak yang lebih memilih memperbaiki penampilan daripada akhlak, aku jangan begitu. Hypocrite? Ya, munafik, kea judul film horor Malaysia. Seru filmnya, btw. Ya, munafik sekali statemen terakhirnya, woi! Lah, yah gimana yak. Kita pait-pait aja yah, katanya cantik itu relatif tapi (maaf) jelek itu mutlak. Lantas, jika sudah nggak goodlooking mau dipaksa gimana? Noh, makanya mending perbaiki akhlak. Seenggaknya, udah nggak goodlooking jangan miskin akhlak pula. Kasar ya, momz? Monmaap😭

Momz, baca ini sebagai kamu, tanamkan dalam diri.

Aku, ya aku. Aku di mata orang lain mungkin biasa aja, tapi bagiku, aku perempuan istimewa. Aku kuat, hebat, unik, menarik dan kharismatik. Mungkin terdapat banyak kata-kata terlalu hiperbola yang ku gunakan untuk menggambarkan aku, gapapa, kata itu adalah doa dan harapan. Inget selalu bahwa, "kamu adalah apa yang kamu pikirkan tentang dirimu." Kamu berpikir kamu pemalas? Ya, kamu pemalas. Kamu berpikir kamu kurang menarik? Ya, bakal kurang. Kamu berfikir kamu sadgirl? Terus aja begitu. Mindset itu kuat, hati-hati.

Puji aja dirimu, jangan ragu. Nggak ada seorangpun yang tulus memuji kamu selain kamu dan keluargamu. Bahkan keluarga aja sering bohong pujian, ngomong kalo karyamu udah bagus supaya kamu tetap produktif. Bohong baik itu kadang gapapa. Mana ada bohong yang baik? Ya, itu contoh bohong baik. So, teruslah berpikir positif dan bermurah hati pada dirimu, karena itu juga yang akan mengantar kamu ke hal yang baik.

Momz, di dunia ini nggak ada manusia yang bener-bener putih atau bener-bener hitam, kita semua abu-abu. Kita bisa baik pada suatu waktu, dan buruk di lain waktu. Itu hukum alam. Tapi ayo, pegang juga yang satu ini, di dalam hidupku, aku selalu berusaha baik pada siapapun. Termasuk pada yang bermuka dua dan bertingkah bi-adap. Aku selalu berusaha membantu semampuku walau aku tau semua tak bisa berbalas sama. But, gpp. Gpp. Gpp.

Aku perempuan, katanya lemah. Identik dengan sifat cengeng, nggak bisa diharapkan, selalu bergantung pada orang lain, manja, bahkan sampai nanti aku diserahkan pada suamiku-aku akan tetap menyusahkan ayah, ibu, suami, ditambah mertua. Padahal tidak selalu demikian, kalau boleh menyingkap sedikit tabir "kami" perempuan punya alasan kuat mematahkan asumsi itu. Aku mandiri, aku nangis sebab hatiku tersentuh, aku minta bantuan karena memang nggak bisa ku lakukan. Aku mungkin akan terus mengandalkan orang tua, tapi aku sedang belajar jadi dewasa. Percayalah!

Baca Juga : Rental Pacar Benaran Ada Atau Hanya Fiksi Belaka?

Aku diuji Tuhan dengan banyak masalah? Gapapa. Diuji sendirian yang lain nggak? Silakan. Dan ujiannya sangat berat? Biar, sebab kalo bukan aku, siapa yang sanggup memikul ujian itu? Ujian yang Tuhan kasih mau seberat dan sebesar gajah sekalipun, aku yakin bisa ku lewati selama aku bersama Tuhan, lalu apa lagi yang harus ku takuti jika sudah bersama zat yang paling kuat?

Ujian aka masalah itu memang pahit, y gpp. Obat juga pahit, tapi banyak sembuh karenanya. Aku bersyukur diuji, dengan ujian yang ia titipkan artinya ia masih peduli dan ingin aku lebih dekat dengannya. Barangkali sebelumnya aku mulai mengabaikan dia. Naudzubillah. Untung diuji Tuhan, berarti Tuhan masih sayang dan yakin aku sanggup sampai di garis akhir.

Setiap kita pasti akan diuji, nggak pilih gender, umur, atau si miskin dan si kaya, semua! Semua akan di uji, dikasih masalah. Di fase ini mungkin akan ada air mata, luka dan darah. Ada kecewa, emosi dan depresi. Gapapa, nggak selamanya hidup itu mulus. Tol sekalipun yang katanya bebas hambatan justru sering macet.

Aku (kita perempuan) harus cerdas dan berwawasan luas, aku mungkin keras namun tegas. Aku cantik, baik nan terdidik. Aku gigih, penyayang, ramah dan pantang menyerah. Itu semua tidak terlahir cuma-cuma, perlu latihan, kesungguhan dan kerja keras. Pasalnya, untuk menjadi orang hebat perlu tangis, dihina, disakiti, dikhianati, butuh jam terbang yang teruji.

Oke, kamu punya insecurity. Kamu selalu merasa kurang di beberapa bahkan segala hal. Merasa selalu kalah saing dari yang lainnya. Gapapa. Jadikan insecurity itu sebagai patokan untuk berubah lebih baik. Usahakan untuk meminimalisir insecurity itu. Kalo punya insecurity, tapi nggak ada usaha memperbaiki diri, it's same like bull-sh-it.

Percayalah kamu, perempuan-perempuan yang lagi baca tulisan aku ini, kita ini UNIK. Nggak ada seorangpun di muka bumi ini yang terlahir sama meski kembar identik. Buktinya aja anak kembar sekalipun, mereka punya sidik jari yang beda satu sama lain. Jadi, mulailah terima dirimu, cintai dirimu, sayangi, rawat. Fokus aja sama kelebihan dan dirimu. Orang nggak akan nemuin kepribdian yang seperti kamu di diri orang lain, mulai sadari itu. Just me, myself and i.

Come on gurls, remove negativity from your thoughts and you'll be able to do everything that you want.

Setelah baca ini, apa kelebihanmu, momz?

Panjang Umur Perjuangan, Panjang Umur Ruang Pengetahuan!

CC: Yolanda Anjelita

Ruang Pengetahuan

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done